

Bone-25 Februari 2026,Suasana pembelajaran di SMKN 2 Bone terasa berbeda. Ruang kelas yang biasanya dipenuhi materi kejuruan yang produktif, hari itu berubah menjadi ruang dialog demokrasi. Melalui program KPU Mengajar, siswa mendapatkan kesempatan belajar langsung tentang proses pemilu, partisipasi politik, serta pentingnya peran generasi muda dalam menjaga demokrasi Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memberikan pemahaman mendalam tentang sistem pemilu, tahapan pelaksanaan, hingga pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Program ini bukan sekedar sosialisasi, melainkan menjadi ruang interaktif yang membuka wawasan siswa untuk memahami dan menghayati praktik demokrasi yang sesungguhnya.
Sebagai sekolah kejuruan, SMKN 2 Bone tidak hanya fokus pada kompetensi teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan literasi kewarganegaraan. Kegiatan KPU Mengajar menjadi bagian dari penguatan karakter pendidikan, khususnya dalam membangun sikap kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab. Siswa terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar proses penetapan calon dalam pemilu, peran penyelenggara pemilu, pentingnya menjaga netralitas dan integritas, serta bahaya hoaks dalam konteks politik. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa generasi muda memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap isu-isu kebangsaan ketika diberikan ruang yang tepat untuk berdialog dan menyampaikan pendapat.
Sebagian besar siswa SMK berada pada usia yang mendekati atau bahkan telah memenuhi syarat sebagai pemilih pemula. Oleh karena itu, edukasi tentang demokrasi menjadi sangat penting sebagai bekal awal dalam menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Program ini membantu siswa memahami bahwa suara mereka memiliki nilai strategi dalam menentukan arah dan masa depan bangsa. Melalui pendekatan yang komunikatif dan dialogis, siswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga diajak untuk berpikir kritis dan reflektif.
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah. Literasi demokrasi di kalangan siswa semakin meningkat, sikap kritis terhadap informasi politik di media sosial semakin tumbuh, serta karakter sebagai generasi yang bertanggung jawab semakin menguat. Selain itu, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi antara sekolah dan lembaga negara dalam upaya memperkaya pengalaman belajar siswa. Antusiasme yang terlihat selama kegiatan berlangsung menjadi indikator bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual seperti ini sangat efektif dalam membangun pemahaman yang lebih mendalam dan bermakna.
KPU Mengajar di SMKN 2 Bone menjadi bukti bahwa pendidikan demokrasi dapat dikemas secara menarik dan relevan bagi generasi muda. Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang terbentuknya kesadaran sosial dan kebangsaan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga kerja profesional, tetapi juga menjadi warga negara yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Ke depan, kolaborasi antara sekolah dan berbagai lembaga publik diharapkan terus diperkuat, sehingga pendidikan di SMK tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga melahirkan generasi yang siap berkontribusi bagi Indonesia.
Copyright © 2022 – SMK Negeri 2 Bone.
All Rights Reserved. Made with by .